PENGEMBANGAN
ANIMASI SINYAL PERWASITAN BOLABASKET
DALAM PEMBELAJARAN PADA PENDIDIKAN
JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN UNTUK KELAS XII SMA BRAWIJAYA SMART SCHOOL
MALANG
BYAN CANDRA GLORIA ESTEFAN
Jurusan Pendidikan dan Kesehatan
Fakultas Ilmu Keolahragaan
Universitas Negeri Malang
E-mail : Byancge18@yahoo.com
Abstrak: Pembelajaran materi sinyal perwasitan bolabasket di SMA
Brawijaya Smart School Malang kurang efektif dan kurang menarik. Dalam penelitian ini, peneliti hanya menggunakan 7
langkah dari 10 langkah yang dikemukakan oleh borg & gall. berdasarkan hasil
analisis data uji coba kelompok kecil yang diikuti sebanyak 10 subjek diperoleh
persentase rata-rata 81,83 dan pada uji coba
kelompok besar yang diikuti 30 subjek diperoleh persentase rata-rata 83,42. Berdasarkan dari
hasil
penelitian tersebut sangat jelas dan menarik untuk
digunakan sebagai salah satu sumber belajar.
Kata Kunci: Animasi, Sinyal Perwasitan Bolabasket.
Pembelajaran
merupakan proses kegiatan belajar mengajar yang juga berperan dalam menentukan
keberhasilan belajar siswa. Dari proses pembelajaran itu akan terjadi sebuah kegiatan
timbal balik antara guru dengan siswa menuju tujuan yang lebih baik. Oleh
karena itu, berhasil
atau tidaknya suatu pembelajaran, tergantung pada proses penyampaian informasi
oleh guru kepada siswa. Ada kecenderungan guru menyampaikan informasi hanya
melalui lisan/pengucapan saja. Cara penyampaian informasi seperti itu tidak
salah, namun dapat menimbulkan kebosanan dan kebingungan pada siswa yang diberi
informasi. Hal ini dikarenakan informasi yang diberikan dalam bentuk abstrak dan
dibutuhkan visualisasi yang tepat.
Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan merupakan salah
satu mata pelajaran yang tercantum dalam isi kurikulum pendidikan. Pendidikan
jasmani, olahraga, dan kesehatan adalah suatu bentuk pendidikan yang tidak
hanya bertujuan mengembangkan fisik dan melatih keterampilan, tetapi juga
mengarah pada pembentukan karakter seseorang.
standar
kompetensi dan kompetensi dasar kelas XII SMA mengenai peraturan pertandingan
pada bolabasket dan sinyal perwasitan merupakan salah satu kompetensi dasar
yang harus diberikan oleh guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan
kepada siswa kelas XII sekolah menengah atas, Mengingat pentingnya pembelajaran
mengenai sinyal perwasitan pada bolabasket, maka guru pendidikan jasmani,
olahraga, dan kesehatan memiliki peranan yang sangat penting dalam mewujudkan
tujuan pembelajaran. Guru diharapkan mampu
melaksanakan dan mengadopsi strategi pembelajaran yang baru dan inovatif
untuk menghadapi kurikulum yang senantiasa mengalami pergeseran dan perubahan.
Berbagai media
dapat digunakan dalam pembelajaran salah satunya adalah animasi. Luasnya minat
terhadap gambar bergerak atau animasi telah mendorong banyak pihak baik dari
pihak guru maupun pihak lain untuk mengembangkan animasi sebagai media pembelajaran yang
praktis dan efisien. Dalam berbagai hal animasi dapat diterapkan untuk
menyampaikan pesan dari berbagai ilmu pengetahuan karena penampilanya,
suara yang menarik, berisikan tulisan yang menarik dan berwarna, khusunya
gambar bergerak atau animasi.
Sehingga
animasi banyak disukai siswa khususnya pada jenjang sekolah menengah atas
Mengingat pentingnya pembelajaran
mengenai sinyal perwasitan pada bolabasket, maka guru pendidikan jasmani,
olahraga, dan kesehatan memiliki peranan yang sangat penting dalam mewujudkan
tujuan pembelajaran. Guru diharapkan mampu
melaksanakan dan mengadopsi strategi pembelajaran yang baru dan inovatif
untuk menghadapi kurikulum yang senantiasa mengalami pergeseran dan perubahan.
Dengan semakin berkembangan IPTEK pada
saat ini, media belajar yang digunakan oleh peserta didik pun semakin baik,
seperti halnya yang telah kita ketahui bersama banyak media ajar yang bisa
digunakan seperti : media audio (radio, tape-recorder), media audio-visual
(televisi, vidio, internet, film, dan lain-lain) dan media cetak (buku ajar,
modul, lembar kerja bagi pelajar), namun kini animasi juga merupakan salah satu
media ajar yang bisa digunakan oleh peserta didik untuk mendapatkan informasi
yang diinginkan.
Berbagai media
dapat digunakan dalam pembelajaran salah satunya adalah animasi. Luasnya minat
terhadap gambar bergerak atau animasi telah mendorong banyak pihak baik dari
pihak guru maupun pihak lain untuk mengembangkan animasi sebagai media pembelajaran yang
praktis dan efisien. Dalam berbagai hal animasi dapat diterapkan untuk
menyampaikan pesan dari berbagai ilmu pengetahuan karena penampilanya, suara yang menarik, berisikan tulisan yang menarik dan berwarna, khusunya
gambar bergerak atau animasi.
Sehingga
animasi banyak disukai siswa khususnya pada jenjang sekolah menengah atas.
Sesuatu
dikatakan sebagai media pembelajaran apabila media tersebut digunakan untuk
menyampaikan pesan dengan tujuan-tujuan pendidikan dan pembelajaran (Dwiyogo,
2010: 229). Media pembelajaran yang menarik akan merangsang minat, perhatian,
pemikiran, dan pemahaman seseorang terhadap informasi yang disajikan. sesuai
dengan pedoman pendidikan UM (2011 :
20), proses belajar mengajar yang efektif memerlukan strategi dan
media/teknoligi pendidikan yang tepat. Seperti perkembangan teknologi yang ada
saat ini, terutama dalam penggunaan laptop dan media lainya yang sudah menjadi
suatu media multifungsi dalam kehidupan manusia saat ini.
Merujuk pada
hasil penelitian sebelumnya yang telah disusun oleh Dina Charisma Ganda
Pratiwi tahun 2009 mahasiswi Pendidikan Jasmani, Dan Kesehatan Fakultas Ilmu
Keolahragaan Tentang sinyal perwasitan dalam bentuk buku saku dan Imam Arif
Efendi tahun 2010 mahasiswa Pendidikan Jasmani, Dan Kesehatan Fakultas Ilmu
Keolahragaan tentang sinyal perwasitan berbasis mobile learning, menunjukan bahwa produk yang dihasilkan semuanya masih
dalam bentuk gambar yang tidak bergerak dan salah satunya masih mengunakan
media cetak maka dari itu peneliti
berkeinginan untuk mengembangkan produk yang relevan yang sesuai dengan
kebutuhan dan kegemaran peserta didik pada era ini, yang semula dalam bentuk
cetak akan di kembangkan dalam bentuk elektronik. Selain itu dari segi gambar
peneliti juga akan mengembangkan dari bentuk yang tidak bergerak menjadi gambar
yang bergerak atau animasi 2D yang tentuntunya akan menambah daya tarik
tersendiri.
Hasil kuisioner
analisis kebutuhan, guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan SMA Brawijaya
Smart School Malang menyatakan bahwa
guru sangat setuju apabila sinyal perwasitan bolabasket mengunakan media
animasi dikembangkan, karena materi ini sulit dipahami oleh siswa dan hasil
penelitian awal melalui kuisioner
analisis kebutuhan untuk siswa kelas XII sebanyak 30 siswa dilakukan
oleh peneliti pada SMA Brawijaya Smart School Malang, diperoleh data bahwa: 100
% siswa senang apabila pembelajaran mengenai sinyal perwasitan mengunakan
animasi, oleh karena itu, kemenarikan animasi dapat dimanfaatkan untuk
mengantarkan materi-materi dalam pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan.
namun media animasi ini dikembangkan bukan untuk mengantikan kedudukan buku dan
pembelajaran praktik dan teori tetapi lebih sebagai media penunjang belajar.
Oleh karena itu, penggunaan animasi dalam pembelajaran dipadu dengan metode
mengajar yang baik, sehingga animasi akan menjadi media pembelajaran yang
efektif dan efisien.
Untuk mendukung
tujuan pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan serta
merealisasikan hasil analisis kebutuhan yang sudah
peneliti lakukan pada Sekolah Menengah Atas Brawijaya Smart School Malang,
diperlukan adanya media pembelajaran. Media pembelajaran
adalah bahan/alat, maupun metode/teknik yang digunakan dalam kegiatan
belajar-mengajar, dengan maksud agar proses interaksi komunikasi antara guru
dengan anak didik/warga belajar dapat berlangsung secara tepat
guna dan berdayaguna (Dwiyogo, 2008:1). Media
pembelajaran digunakan di sekolah sebagai sarana pendukung guru dalam mengajar
sehingga siswa lebih mudah dalam memahami materi yang disampaikan.
Pemilihan media
pembelajaran animasi untuk sinyal perwasitan pada bola basket bukan tanpa suatu
alasan. bagi siswa-siswi khusunya untuk sekolah menengah atas, kegiatan belajar
membaca komik, gambar animasi atau cerita bergambar dan mendengar suara lainya
merupakan kegiatan yang menghibur dan menyenangkan. kondisi tersebut menunjukan
bahwa animasi atau cerita bergambar lainya sudah familiar di kalangan pelajar oleh karena itu peneliti memilih
animasi untuk menyampaikan pembelajaran mengenai sinyal perwasitan pada
bolabasket dimana siswa-siswi tidak mendapatkan dari guru. animasi pembelajaran
mengenai sinyal perwasitan pada bolabasket ini dirancang secara sistematis
sehingga siswa-siswi sekolah menangah atas dapat menerima informasi dengan
lebik baik dan menarik.
Penggunaan
animasi ini pun mempunyai manfaat antara lain dapat membantu guru memberikan
materi mengenai sinyal perwasitan pada bolabasket kepada siswa. Kelebihan dari
animasi ini adalah gambarnya yang bergerak sehingga memudahkan bagi siapapun
untuk mempelajari gerakannya, sesuai dengan pembelajaran sinyal perwasitan yang
mengamati tentang gerakan perwasitan atau sinyal animasi ini sangat sesuai
sebagai simulasi gerakan dari wasit dalam keadaan sebenarnya.
berbeda dengan gambar biasa yang tidak bisa
menjadi simulasi karena gambarnya yang tidak bergerak, selain itu animasi ini
dapat dibaca dan dilihat berulang-ulang untuk menambah kejelasan, dalam situasi
dan kondisi tertentu siswa-siswi dapat melakukanya di luar sekolah. Animasi
dapat dimanfaatkan tanpa kehadiran guru, serta animasi dapat menumbuhkan minat
dan motivasi siswa untuk mempelajari informasi atau pengetahuan tentang sinyal
perwasitan pada bolabasket.
Berdasarkan uraian di atas, perlu dilakukan penelitian
dengan judul “Pengembangan
Animasi Sinyal Perwasitan Bolabasket Dalam
Pembelajaran Pada Pendidikan Jasmani, Olahraga, Dan Kesehatan Untuk Kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang”
METODE
Metode
pengembangan dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan dari Borg dan
Gall yang diadaptasi menjadi model
yang sederhana yaitu: 1) Menentukan potensi dan masalah penelitian; (2)
Mengumpulkan informasi, (a) Analisis kebutuhan dengan cara wawancara kepada guru, (b) Analisis kebutuhan dengan cara menyebarkan angket
kepada 30 siswa; (3) Mendesain produk dan
validasi desain, (a) Uji ahli pembelajaran (1 orang), (b) Uji ahli media pembelajaran (1 orang), (c), Uji wasit (1 orang), (4) Uji coba (kelompok kecil pada 10 siswa kelas XII
SMA Brawijaya Smrat School Malang); (5) Merevisi hasil
uji coba
kelompok kecil, (6) Uji lapangan (kelompok besar pada 30 siswa
kelas X SMA Brawijaya Smrat School Malang); (7) Produk akhir pengembangan. Analisis data yang
digunakan adalah analisis deskriptif.
Tahap evaluasi ahli dilakukan dengan jalan
mengambil data menggunakan angket oleh: (1) Drs.
Oni Bagus Januarto, M.Kes adalah dosen di Jurusan Pendidikan
Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang
sebagai ahli pembelajaran, (2) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd, M.Pd, adalah
dosen di Jurusan Pendidikan
Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang
sebagai ahli media pembelajaran, (3). Raditya Pratama adalah wasit bolabasket berlisensi
B2. Hasil data dan saran dari
para ahli tersebut dianalisis, kemudian dijadikan acuan untuk merevisi produk awal pembelajaran sinyal perwasitan bolabasket dalam bentuk animasi sebelum diuji cobakan ke kelompok kecil (revisi produk pertama).
Melakukan uji
coba kelompok kecil dengan subjek uji coba 10 siswa
kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang. Hasil dari uji coba kelompok
kecil tersebut dianalisis, selanjutnya apabila ada masukan dan saran dari siswa akan dijadikan acuan untuk merevisi produk pengembangan
(revisi produk pertama). Setelah melakukan uji coba kelompok kecil dan revisi
produk pertama selanjutnya melakukan uji coba kelompok besar dengan dengan
subjek uji coba 30 siswa kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang. Hasil dari uji coba kelompok besar tersebut dianalisis,
selanjutnya apabila
ada masukan dan saran dari siswa akan
dijadikan acuan untuk
merevisi produk akhir pengembangan pembelajaran
materi sinyal
perwasitan bolabasket dalam bentuk animasi untuk siswa
kelas XII SMA Brawijaya Smart School (revisi produk akhir).
Untuk subjek
uji coba produk pengembangan ini adalah sebagai berikut:
a.
Evaluasi
ahli yang terdiri dari 1 ahli pembelajaran, 1 ahli media pembelajaran dan 1 wasit bolabasket.
b.
Uji
coba kelompok kecil, yaitu 10 siswa kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang.
c.
Uji
coba kelompok besar, yaitu pada 30 siswa kelas XII
SMA Brawijaya Smart School Malang.
Data yang digunakan dalam pengembangan ini adalah data kuantitatif dan data
kualitatif, karena data yang diperoleh dinyatakan dengan angka dan kalimat.
Data kuantitatif tersebut diperoleh dengan cara memberi skor pada angket yang
diberikan sedangkan data kualitatif diperoleh dari tinjauan para ahli yaitu 1 ahli pembelajaran, 1 ahli media pembelajaran dan 1 wasit bolabasket. Jadi jenis data yang akan diolah adalah data kuantitatif
dan kualitatif.
Teknik yang
digunakan dalam pengembangan ini adalah teknik analisis deskriptif. Analisis
deskriprif digunakan dalam pengolahan data yang berupa saran dan tinjauan dari
para ahli. Hasil analisis data menjadi dasar dalam penyempurnaan pengembangan
ini. Analisis deskriptif persentase digunakan untuk mengolah data yang didapat
dari para ahli dan hasil uji coba pada siswa
kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang.
HASIL
Rancangan produk
yang dibuat oleh peneliti dievaluasi oleh 1
ahli pembelajaran. Data hasil evaluasi dari ahli
pembelajaran berupa saran
dan masukan. Secara keseluruhan, ahli pembelajaran
menyatakan bahwa produk yang dikembangkan sudah bagus,
ahli media pembelajaran
menyatakan bahwa produk secara keseluruan sudah bagus, wasit bolabasket menyatakan
bahwa prroduk yang dikembangkan ini sudah sesuai untuk diajarkan pada siswa
kelas XII SMA Brawijaya Smart
School Malang. Pada tabel 1
berikut akan disajikan data hasil keseluruhan tinjauan dari ahli pembelajaran
terhadap produk pengembangan pembelajaran materi
narkoba untuk siswa
kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang;
Tinjauan dari 3
ahli akan dijelaskan sebagai berikut:
Berdasarkan hasil evaluasi pada tabel 4.3 mengenai pengembangan animasi sinyal perwasitan bolabasket dalam
pembelajaran pada pendidikan jasmani,
olahraga, dan kesehatan untuk kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang yang
dilakukan oleh ahli media maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran dalam
bentuk animasi tersebut masih perlu adanya perubahan sehingga dapat lebih
menarik sehingga tujuan penelitian dapat tercapai.
Saran-saran ahli media pembelajaran mengenai pengembangan animasi sinyal perwasitan bolabasket dalam
pembelajaran pada pendidikan jasmani,
olahraga, dan kesehatan untuk kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang.(1)
Gambar animasi perlu ditambahkan suara yang menjelaskan tentang gerakan. (2)
Gambar pada tampilan materi disesuaikan dengan sinyal wasit. (3) Main menu
diganti dengan menu utama. (4) Materi diganti dengan signal wasit. (4) tulisan bahasa inggris harus dicetak miring (5)
Cover depan diganti lebih menarik.
Berdasarkan hasil evaluasi pada tabel 4.4 mengenai saran-saran umum ahli
pembelajaran mengenai pengembangan animasi
sinyal perwasitan bolabasket dalam pembelajaran pada pendidikan jasmani, olahraga, dan
kesehatan untuk kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang (1) gerak tangan
pada one point kurang jelas (2) kesempurnaan bentuk tangan kurang sempurna. (3)
rujukan dan baju pada animasi harus sesuai.
Berdasarkan
hasil evaluasi pada tabel 4.4 mengenai pengembangan animasi
sinyal perwasitan bolabasket dalam pembelajaran pada pendidikan jasmani, olahraga, dan
kesehatan untuk kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang oleh ahli perwasitan (wasit) bolabasket
dapat disimpulkan bahwa gambar dan istilah dari signal-signal wasit bolabasket dalam bentuk animasi ini sudah sesuai standard FIBA dan NBA.
Saran-saran
yang diberikan oleh ahli perwasitan (wasit) bolabasket terhadap hasil pengembangan animasi sinyal perwasitan bolabasket dalam
pembelajaran pada pendidikan jasmani,
olahraga, dan kesehatan untuk kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang (1) Gerakan animasi one point diperjelas (2) Baju disesuaikan baju NBA (3) Gerakan
animasi yang lain harus diperhalus agar lebih jelas.
Berdasarkan tabel 4.6, data hasil
uji coba kelompok kecil dapat disimpulkan bahwa 81.83% siswa menyatakan bahwa
media pengembangan animasi sinyal
perwasitan bolabasket dalam pembelajaran
pada pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan untuk kelas XII SMA
Brawijaya Smart School Malang ini sangat jelas, desain yang secara keseluruhan
menarik dan membantu pembelajaran dalam belajar. Namun, terdapat kekurangan
dalam kemenarikkan desain pada beberapa bagian dari media pembelajaran ini yaitu
(1) huruf pada halam pembuka kurang menarik (2) penataan judul di atur lagi (3)
petunjuk masuk kurang menarik (4) warna unggu diganti warna lain. Oleh karena itu, berdasarkan hasil tersebut,
maka media pembelajaran tentang signal wasit bolabasket dalam bentuk animasi ini perlu direvisi kembali agar dapat digunakan dalam pembelajaran mata pelajaran untuk Kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang.
Berdasarkan tabel 4.7, data hasil uji coba kelompok besar dapat
disimpulkan bahwa 83.42% siswa menyatakan bahwa media pembelajaran tentang signal wasit bolabasket dalam bentuk animasi ini sangat jelas, desain
yang secara keseluruhan menarik dan tepat apabila
digunakan sebagai media pembelajaran untuk siswa-siswi Kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang.
Produk Pengembangan
Animasi Sinyal Perwasitan Bolabasket
Dalam Pembelajaran Pada Pendidikan
Jasmani, Olahraga, Dan Kesehatan Untuk Kelas XII SMA Brawijaya Smart School
Malang. Ini disajikan dalam bentuk .exe.
Kelebihan dari produk animasi tentang signal wasit ini adalah
(1) Materi dikemas dalam media elektronik yang menarik seperti adanya beberapa
perpaduan warna dan konten-konten lain sehingga memiliki nilai hiburan. (2)
Selain itu mengunakan gambar animasi, animasi sendiri adalah gambar yang
bergerak sehingga memudahkan para siswa untuk belajar setiap gerakan ini karena sesuai dengan wasit saat
memberikan sinyal. (3) Adanya penjelasan materi sehingga menambah memudahkan
untuk dipelajari. (4) Terdapat lagu didalam produk ini dengan maksut untuk
menambah hiburan dalam proses belajar. (5) Isi materi signal wasit bolabasket dalam produk ini
bersumber pada peraturan resmi bola basket yang dikeluarkan oleh FIBA, sehingga
materi signal wasit dalam produk ini
sesuai dengan standar dunia. (6) Media ini juga mudah untuk dibawa kemana-mana karena
dalam bentuk file sehingga tidak memerlukan tempat dan biaya untuk
memeilikinya. (7) Media dalam bentuk animasi tentang signal-signal wasit bolabasket ini
berperan sebagai pelengkap, penguat, dan pengingat (reminder). (8) Adanya
penjelasan berupa suara dan lagu menambah daya tarik media dalam bentuk animasi
ini.
Hasil berupa pengembangan animasi sinyal
perwasitan bolabasket dalam pembelajaran pada
pendidikan jasmani, olahraga, dan
kesehatan untuk kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang. Hasil pengembangannya
yaitu: (1) Media dalam bentuk animasi ini
merupakan media pembelajaran yang dituangkan dalam
bentuk softfile .exe yang
bisa terbaca oleh adobeflash yang terdapat pada beberapa media elektronik seperti laptop,
komputer dan lainnya.(2) Media dalam bentuk animasi ini
berisi istilah-istilah
perwasitan bolabasket, penjelasan singkat dalam bahasa Inggris dan bahasa
Indonesia, disertai gambar
animasipada setiap signal wasit sehingga diharapkan membantu siswa dalam pemahaman materi pada saat mempelajarinya. (3)
Gambar yang terdapat pada produk ini adalah gambar
Bergerak atau
animasi yang saat ini sangat digemari oleh kalangan anak-anak, remaja samapi
orang dewasa. (4) Selain itu media ini memiliki perpaduan warna yg terdapat
pada gamabar dan konten menu lainya (5) Adanya penjelasan berupa suara dan lagu
menambah daya tarik media dalam bentuk animasi ini.
Proses pengembangan animasi sinyal perwasitan bolabasket dalam pembelajaran pada
pendidikan jasmani, olahraga, dan
kesehatan untuk kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang
terdapat beberapa hal yang perlu direvisi. Revisi dilakukan berdasarkan saran
dari ahli media pembelajaran, ahli pembelajaran bolabasket, ahli perwasitan
bolabasket, uji kelompok kecil, dan uji kelompok besar.
Berdasarkan data yang diperoleh dari evaluasi ahli terdapat beberapa revisi terhadap rancangan produk yang akan
dikembangkan antara lain: .(1) Gambar animasi perlu
ditambahkan suara yang menjelaskan tentang gerakan. (2) Gambar pada tampilan
materi disesuaikan dengan sinyal wasit. (3) main menu diganti dengan menu
utama. (4) Materi diganti dengan signal
wasit. (4) Tulisan bahasa inggris harus dicetak miring (5) Cover depan diganti lebih menarik. (6) Gerak tangan pada one point
kurang jelas (7) Kesempurnaan bentuk tangan kurang sempurna. (8) Rujukan dan
baju pada animasi harus sesuai.
(9) Gerakan animasi one point diperjelas (10) Baju disesuaikan baju NBA (11)
Gerakan animasi yang lain harus diperhalus agar lebih jelas.
Setelah itu, hasil revisi tersebut diujicobakan pada kelompok kecil, diperoleh
hasil pada bagian: (1) Pita pada cover (2) Judul ditata lagi atau
dirapikan (3) Penataan font pada cover diperbaiki (3) Tombol masuk dibuat
lebih menarik (4) Warna ungu pada setiap font diganti (5) Background transparan pada pilihan menu dibedakan warnanya.
Kelemahan dari produk ini
adalah media pembelajaran dalam bentuk animasi
tentang signal wasit bolabasket ini hanya sampai tersusun sebuah produk, belum sampai
tingkat efektifitas produk yang dikembangkan,
produk ini hanya berperan sebagai pelengkap, penguat, dan pengingat (reminder) dan masih memerlukan evaluasi dan uji coba pada subjek
yang lebih besar atau lebih luas.
Saran-Saran
Bagian ini peneliti
mengemukakan beberapa saran yang
berhubungan dengan media
pembelajaran dalam bentuk animasi
tentang signal wasit bolabasket yang dikembangkan. Adapun saran-saran yang dikemukakan meliputi saran pemanfaatan, saran
desiminasi, dan saran pengembangan lebih lanjut.
1.
Saran
Pemanfaatan
Pengembangan
media pembelajaran dalam bentuk animasi tentang
signal-signal wasit bolabasket untuk siswa-siswi SMA Brawijaya Smart School Malang ini dapat membantu siswa lebih semangat dan
antuasis dalam mempelajari teknik perwasitan bolabasket dalam kegiatan pembelajaran dan pelajaran, selain itu produk ini dapat
dikembangkan lebih baik lagi untuk kepentingan pembelajaran sinyal perwasitan
bolabasket sehingga media ini bisa menjadi sumber reverensi lain yang lebih
efektif dan efisien.
2.
Saran
Diseminasi
Dalam penyebarluasan produk
pengembangan ke sasaran yang lebih luas, peneliti memberikan saran yaitu
disosialisasikan kepada pihak-pihak terkait, misalnya kepada setiap sekolah,
guru olahraga, wasit junior dan pihak yang bersangkutan dalam bidang perwasitan
bolabasket ataupun organisasi yang menaunginya sehingga produk ini memperoleh
pengakuan sebagai media pembelajaran dalam bentuk animasi tentang signal wasit bolabasket yang layak untuk
disebarluaskan, tetapi sebelum disebarluaskan sebaiknya produk ini disusun dan
direvisi kembali menjadi lebih baik.
3.
Saran
Pengembangan Lebih Lanjut
mengembangkan
penelitian ini kearah lebih lanjut, peneliti mempunyai beberapa saran, sebagai
berikut.
a. Membantu siswa-siswi kelas XII dalam proses belajar
sinyal perwasitan bola basket sehingga membantu tercapainya proses belajar dan
mengajar.
b. Selain itu media ini juga bisa diberikan kepada beberapa
pihak yang membutuhkan reverensi dalam sinyal perwasitan baik itu pihak sekolah
atau pihak manapun dan kalangan apapun yang membutuhkan.
c.
Sebaiknya dilakukan
penelitian lebih lanjut untuk mengetahui tingkat efektivitas produk yang
dikembangkan ini, karena hasil pengembangan ini masih terbatas sampai
tersusunnya sebuah produk saja.
Demikian
saran-saran terhadap pemanfaatan, diseminasi, maupun pengembangan produk lebih
lanjut terhadap pengembangan
animasi sinyal
perwasitan bolabasket dalam pembelajaran pada
pendidikan jasmani, olahraga, dan
kesehatan untuk kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang.
DAFTAR RUJUKAN
Borg, W.R. &
Gall, M.D. 2005.Educational Research An
Introduction. Fourth Edition. New York: Longman.
Dwiyogo, Wasis D. 2008. Aplikasi Teknologi Pembelajaran: Pengembangan Media Pembelajaran
Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Malang: Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Malang.
Dina Charisma Ganda Pratiwi. 2012. Pengembangan
Media Pembelajaran Buku Saku tentang Signal-Signal Wasit Bolabasket untuk
Peserta Matakuliah Teori dan Praktik Bola Basket II Jurusan Pendidikan Jasmani
dan Kesehatan di Universitas Negeri Malang.
Imam Arif Efendi 2014 Pengembangan Media Pembelajaran Signal-Signal Wasit
Bolabasket Berbasis Mobile Learning Untuk Peserta Matakuliah Teori Dan Praktik
Bolabasket Ii Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan Universitas
Negeri Malang
Universitas
negeri malang. 2011. Pedoman Pendidikan
UM. Malang: Universitas Negeri Malang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar