Rabu, 23 Juli 2014

PENGEMBANGAN ANIMASI SINYAL PERWASITAN BOLABASKET DALAM PEMBELAJARAN PADA PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN UNTUK KELAS XII SMA BRAWIJAYA SMART SCHOOL MALANG



PENGEMBANGAN ANIMASI  SINYAL PERWASITAN BOLABASKET DALAM PEMBELAJARAN  PADA PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN UNTUK KELAS XII SMA BRAWIJAYA SMART SCHOOL MALANG


BYAN CANDRA GLORIA ESTEFAN
Jurusan Pendidikan dan Kesehatan
Fakultas Ilmu Keolahragaan
Universitas Negeri Malang
E-mail :   Byancge18@yahoo.com



Abstrak: Pembelajaran materi sinyal perwasitan bolabasket di SMA Brawijaya Smart School Malang kurang efektif dan kurang menarik. Dalam penelitian ini, peneliti hanya menggunakan 7 langkah dari 10 langkah yang dikemukakan oleh borg & gall. berdasarkan hasil analisis data uji coba kelompok kecil yang diikuti sebanyak 10 subjek diperoleh persentase rata-rata 81,83 dan pada uji coba kelompok besar yang diikuti 30 subjek diperoleh persentase rata-rata 83,42. Berdasarkan dari hasil penelitian tersebut sangat jelas dan menarik untuk digunakan sebagai salah satu sumber belajar.

Kata Kunci: Animasi,  Sinyal Perwasitan Bolabasket.
Pembelajaran merupakan proses kegiatan belajar mengajar yang juga berperan dalam menentukan keberhasilan belajar siswa. Dari proses pembelajaran itu akan terjadi sebuah kegiatan timbal balik antara guru dengan siswa menuju tujuan yang lebih baik. Oleh karena itu, berhasil atau tidaknya suatu pembelajaran, tergantung pada proses penyampaian informasi oleh guru kepada siswa. Ada kecenderungan guru menyampaikan informasi hanya melalui lisan/pengucapan saja. Cara penyampaian informasi seperti itu tidak salah, namun dapat menimbulkan kebosanan dan kebingungan pada siswa yang diberi informasi. Hal ini dikarenakan informasi yang diberikan dalam bentuk abstrak dan dibutuhkan visualisasi yang tepat.
Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan merupakan salah satu mata pelajaran yang tercantum dalam isi kurikulum pendidikan. Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan adalah suatu bentuk pendidikan yang tidak hanya bertujuan mengembangkan fisik dan melatih keterampilan, tetapi juga mengarah pada pembentukan karakter seseorang.
standar kompetensi dan kompetensi dasar kelas XII SMA mengenai peraturan pertandingan pada bolabasket dan sinyal perwasitan merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus diberikan oleh guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan kepada siswa kelas XII sekolah menengah atas, Mengingat pentingnya pembelajaran mengenai sinyal perwasitan pada bolabasket, maka guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan memiliki peranan yang sangat penting dalam mewujudkan tujuan pembelajaran. Guru diharapkan mampu  melaksanakan dan mengadopsi strategi pembelajaran yang baru dan inovatif untuk menghadapi kurikulum yang senantiasa mengalami pergeseran dan perubahan.
Berbagai media dapat digunakan dalam pembelajaran salah satunya adalah animasi. Luasnya minat terhadap gambar bergerak atau animasi telah mendorong banyak pihak baik dari pihak guru maupun pihak lain untuk mengembangkan  animasi sebagai media pembelajaran yang praktis dan efisien. Dalam berbagai hal animasi dapat diterapkan untuk menyampaikan pesan dari berbagai ilmu pengetahuan karena penampilanya, suara  yang menarik, berisikan  tulisan yang menarik dan berwarna, khusunya gambar bergerak atau animasi. Sehingga animasi banyak disukai siswa khususnya pada jenjang sekolah menengah atas
Mengingat pentingnya pembelajaran mengenai sinyal perwasitan pada bolabasket, maka guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan memiliki peranan yang sangat penting dalam mewujudkan tujuan pembelajaran. Guru diharapkan mampu  melaksanakan dan mengadopsi strategi pembelajaran yang baru dan inovatif untuk menghadapi kurikulum yang senantiasa mengalami pergeseran dan perubahan.
Dengan semakin berkembangan IPTEK pada saat ini, media belajar yang digunakan oleh peserta didik pun semakin baik, seperti halnya yang telah kita ketahui bersama banyak media ajar yang bisa digunakan seperti : media audio (radio, tape-recorder), media audio-visual (televisi, vidio, internet, film, dan lain-lain) dan media cetak (buku ajar, modul, lembar kerja bagi pelajar), namun kini animasi juga merupakan salah satu media ajar yang bisa digunakan oleh peserta didik untuk mendapatkan informasi yang diinginkan.
Berbagai media dapat digunakan dalam pembelajaran salah satunya adalah animasi. Luasnya minat terhadap gambar bergerak atau animasi telah mendorong banyak pihak baik dari pihak guru maupun pihak lain untuk mengembangkan  animasi sebagai media pembelajaran yang praktis dan efisien. Dalam berbagai hal animasi dapat diterapkan untuk menyampaikan pesan dari berbagai ilmu pengetahuan karena penampilanya, suara  yang menarik, berisikan  tulisan yang menarik dan berwarna, khusunya gambar bergerak atau animasi. Sehingga animasi banyak disukai siswa khususnya pada jenjang sekolah menengah atas.
Sesuatu dikatakan sebagai media pembelajaran apabila media tersebut digunakan untuk menyampaikan pesan dengan tujuan-tujuan pendidikan dan pembelajaran (Dwiyogo, 2010: 229). Media pembelajaran yang menarik akan merangsang minat, perhatian, pemikiran, dan pemahaman seseorang terhadap informasi yang disajikan. sesuai dengan pedoman  pendidikan UM (2011 : 20), proses belajar mengajar yang efektif memerlukan strategi dan media/teknoligi pendidikan yang tepat. Seperti perkembangan teknologi yang ada saat ini, terutama dalam penggunaan laptop dan media lainya yang sudah menjadi suatu media multifungsi dalam kehidupan manusia saat ini.
Merujuk pada hasil penelitian  sebelumnya  yang telah disusun oleh Dina Charisma Ganda Pratiwi tahun 2009 mahasiswi Pendidikan Jasmani, Dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Tentang sinyal perwasitan dalam bentuk buku saku dan Imam Arif Efendi tahun 2010 mahasiswa Pendidikan Jasmani, Dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan tentang sinyal perwasitan berbasis mobile learning, menunjukan bahwa produk yang dihasilkan semuanya masih dalam bentuk gambar yang tidak bergerak dan salah satunya masih mengunakan media cetak maka dari itu  peneliti berkeinginan untuk mengembangkan produk yang relevan yang sesuai dengan kebutuhan dan kegemaran peserta didik pada era ini, yang semula dalam bentuk cetak akan di kembangkan dalam bentuk elektronik. Selain itu dari segi gambar peneliti juga akan mengembangkan dari bentuk yang tidak bergerak menjadi gambar yang bergerak atau animasi 2D yang tentuntunya akan menambah daya tarik tersendiri.
Hasil kuisioner analisis kebutuhan, guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan SMA Brawijaya Smart School Malang menyatakan bahwa  guru sangat setuju apabila sinyal perwasitan bolabasket mengunakan media animasi dikembangkan, karena materi ini sulit dipahami oleh siswa dan hasil penelitian awal melalui kuisioner  analisis kebutuhan untuk siswa kelas XII sebanyak 30 siswa dilakukan oleh peneliti pada SMA Brawijaya Smart School Malang, diperoleh data bahwa: 100 % siswa senang apabila pembelajaran mengenai sinyal perwasitan mengunakan animasi, oleh karena itu, kemenarikan animasi dapat dimanfaatkan untuk mengantarkan materi-materi dalam pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan. namun media animasi ini dikembangkan bukan untuk mengantikan kedudukan buku dan pembelajaran praktik dan teori tetapi lebih sebagai media penunjang belajar. Oleh karena itu, penggunaan animasi dalam pembelajaran dipadu dengan metode mengajar yang baik, sehingga animasi akan menjadi media pembelajaran yang efektif dan efisien.
Untuk mendukung tujuan pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan serta merealisasikan hasil analisis kebutuhan yang sudah peneliti lakukan pada Sekolah Menengah Atas Brawijaya Smart School Malang, diperlukan adanya media pembelajaran. Media pembelajaran adalah bahan/alat, maupun metode/teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar, dengan maksud agar proses interaksi komunikasi antara guru dengan anak didik/warga belajar dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna (Dwiyogo, 2008:1). Media pembelajaran digunakan di sekolah sebagai sarana pendukung guru dalam mengajar sehingga siswa lebih mudah dalam memahami materi yang disampaikan.
Pemilihan media pembelajaran animasi untuk sinyal perwasitan pada bola basket bukan tanpa suatu alasan. bagi siswa-siswi khusunya untuk sekolah menengah atas, kegiatan belajar membaca komik, gambar animasi atau cerita bergambar dan mendengar suara lainya merupakan kegiatan yang menghibur dan menyenangkan. kondisi tersebut menunjukan bahwa animasi atau cerita bergambar lainya sudah familiar di kalangan pelajar oleh karena itu peneliti memilih animasi untuk menyampaikan pembelajaran mengenai sinyal perwasitan pada bolabasket dimana siswa-siswi tidak mendapatkan dari guru. animasi pembelajaran mengenai sinyal perwasitan pada bolabasket ini dirancang secara sistematis sehingga siswa-siswi sekolah menangah atas dapat menerima informasi dengan lebik baik dan menarik.
Penggunaan animasi ini pun mempunyai manfaat antara lain dapat membantu guru memberikan materi mengenai sinyal perwasitan pada bolabasket kepada siswa. Kelebihan dari animasi ini adalah gambarnya yang bergerak sehingga memudahkan bagi siapapun untuk mempelajari gerakannya, sesuai dengan pembelajaran sinyal perwasitan yang mengamati tentang gerakan perwasitan atau sinyal animasi ini sangat sesuai sebagai simulasi gerakan dari wasit dalam keadaan sebenarnya.
 berbeda dengan gambar biasa yang tidak bisa menjadi simulasi karena gambarnya yang tidak bergerak, selain itu animasi ini dapat dibaca dan dilihat berulang-ulang untuk menambah kejelasan, dalam situasi dan kondisi tertentu siswa-siswi dapat melakukanya di luar sekolah. Animasi dapat dimanfaatkan tanpa kehadiran guru, serta animasi dapat menumbuhkan minat dan motivasi siswa untuk mempelajari informasi atau pengetahuan tentang sinyal perwasitan pada bolabasket.
Berdasarkan uraian di atas, perlu dilakukan penelitian dengan judul “Pengembangan Animasi  Sinyal Perwasitan Bolabasket Dalam Pembelajaran  Pada Pendidikan Jasmani, Olahraga, Dan Kesehatan Untuk Kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang

METODE
Metode pengembangan dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan dari Borg dan Gall yang diadaptasi menjadi model yang sederhana yaitu: 1) Menentukan potensi dan masalah penelitian; (2) Mengumpulkan informasi, (a) Analisis kebutuhan dengan cara wawancara kepada guru, (b) Analisis kebutuhan dengan cara menyebarkan angket kepada 30 siswa; (3) Mendesain produk dan validasi desain, (a) Uji ahli pembelajaran (1 orang), (b) Uji ahli media pembelajaran (1 orang), (c), Uji wasit (1 orang), (4) Uji coba (kelompok kecil pada 10 siswa kelas XII SMA Brawijaya Smrat School Malang); (5) Merevisi hasil uji coba kelompok kecil, (6) Uji lapangan (kelompok besar pada 30 siswa kelas X SMA Brawijaya Smrat School Malang); (7) Produk akhir pengembangan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif.
Tahap  evaluasi ahli dilakukan dengan jalan mengambil data menggunakan angket oleh: (1) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes adalah dosen di Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang sebagai ahli pembelajaran, (2) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd, M.Pd, adalah dosen di Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang sebagai ahli media pembelajaran, (3). Raditya Pratama  adalah wasit bolabasket berlisensi B2. Hasil data dan saran dari para ahli tersebut dianalisis, kemudian dijadikan acuan untuk merevisi produk awal pembelajaran sinyal perwasitan bolabasket dalam bentuk animasi sebelum diuji cobakan ke kelompok kecil (revisi produk pertama).
Melakukan uji coba kelompok kecil dengan subjek uji coba 10 siswa kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang. Hasil dari uji coba kelompok kecil tersebut dianalisis, selanjutnya apabila ada masukan dan saran dari siswa akan dijadikan acuan untuk merevisi produk pengembangan (revisi produk pertama). Setelah melakukan uji coba kelompok kecil dan revisi produk pertama selanjutnya melakukan uji coba kelompok besar dengan dengan subjek uji coba 30 siswa kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang. Hasil dari uji coba kelompok besar tersebut dianalisis, selanjutnya apabila ada masukan dan saran dari siswa akan dijadikan acuan untuk merevisi produk akhir pengembangan pembelajaran materi sinyal perwasitan bolabasket dalam bentuk animasi untuk siswa kelas XII SMA Brawijaya Smart School (revisi produk akhir).
Untuk subjek uji coba produk pengembangan ini adalah sebagai berikut:
a.       Evaluasi ahli yang terdiri dari 1 ahli pembelajaran, 1 ahli media pembelajaran dan 1 wasit bolabasket.
b.      Uji coba kelompok kecil, yaitu 10 siswa kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang.
c.       Uji coba kelompok besar, yaitu pada 30 siswa kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang.
Data yang digunakan dalam pengembangan ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif, karena data yang diperoleh dinyatakan dengan angka dan kalimat. Data kuantitatif tersebut diperoleh dengan cara memberi skor pada angket yang diberikan sedangkan data kualitatif diperoleh dari tinjauan para ahli yaitu 1 ahli pembelajaran, 1 ahli media pembelajaran dan 1 wasit bolabasket. Jadi jenis data yang akan diolah adalah data kuantitatif dan kualitatif.
Teknik yang digunakan dalam pengembangan ini adalah teknik analisis deskriptif. Analisis deskriprif digunakan dalam pengolahan data yang berupa saran dan tinjauan dari para ahli. Hasil analisis data menjadi dasar dalam penyempurnaan pengembangan ini. Analisis deskriptif persentase digunakan untuk mengolah data yang didapat dari para ahli dan hasil uji coba pada siswa kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang.

HASIL
Rancangan produk yang dibuat oleh peneliti dievaluasi oleh 1 ahli pembelajaran. Data hasil evaluasi dari ahli pembelajaran berupa saran dan masukan. Secara keseluruhan, ahli pembelajaran menyatakan bahwa produk yang dikembangkan sudah bagus, ahli media pembelajaran menyatakan bahwa produk secara keseluruan sudah bagus, wasit bolabasket menyatakan bahwa prroduk yang dikembangkan ini sudah sesuai untuk diajarkan pada siswa kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang. Pada tabel 1 berikut akan disajikan data hasil keseluruhan tinjauan dari ahli pembelajaran terhadap produk pengembangan pembelajaran materi narkoba untuk siswa kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang;
Tinjauan dari 3 ahli akan dijelaskan sebagai berikut: Berdasarkan hasil evaluasi pada tabel 4.3 mengenai pengembangan animasi  sinyal perwasitan bolabasket dalam pembelajaran  pada pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan untuk kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang yang dilakukan oleh ahli media maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran dalam bentuk animasi tersebut masih perlu adanya perubahan sehingga dapat lebih menarik sehingga tujuan penelitian dapat tercapai.
Saran-saran ahli media pembelajaran mengenai pengembangan animasi  sinyal perwasitan bolabasket dalam pembelajaran  pada pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan untuk kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang.(1) Gambar animasi perlu ditambahkan suara yang menjelaskan tentang gerakan. (2) Gambar pada tampilan materi disesuaikan dengan sinyal wasit. (3) Main menu diganti dengan menu utama. (4) Materi diganti dengan signal wasit. (4) tulisan bahasa inggris harus dicetak miring (5) Cover depan diganti lebih menarik.
Berdasarkan hasil evaluasi pada tabel 4.4 mengenai saran-saran umum ahli pembelajaran mengenai pengembangan animasi  sinyal perwasitan bolabasket dalam pembelajaran  pada pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan untuk kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang (1) gerak tangan pada one point kurang jelas (2) kesempurnaan bentuk tangan kurang sempurna. (3) rujukan dan baju pada animasi harus sesuai.
Berdasarkan hasil evaluasi pada tabel 4.4 mengenai pengembangan animasi  sinyal perwasitan bolabasket dalam pembelajaran  pada pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan untuk kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang oleh ahli perwasitan (wasit) bolabasket dapat disimpulkan bahwa gambar dan istilah dari signal-signal wasit bolabasket dalam bentuk animasi ini sudah sesuai standard FIBA dan NBA.
Saran-saran yang diberikan oleh ahli perwasitan (wasit) bolabasket terhadap hasil pengembangan animasi  sinyal perwasitan bolabasket dalam pembelajaran  pada pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan untuk kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang (1) Gerakan animasi one point diperjelas (2) Baju disesuaikan baju NBA (3) Gerakan animasi yang lain harus diperhalus agar lebih jelas.
Berdasarkan tabel 4.6, data  hasil uji coba kelompok kecil dapat disimpulkan bahwa 81.83% siswa menyatakan bahwa media pengembangan animasi  sinyal perwasitan bolabasket dalam pembelajaran  pada pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan untuk kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang ini sangat jelas, desain yang secara keseluruhan menarik dan membantu pembelajaran dalam belajar. Namun, terdapat kekurangan dalam kemenarikkan desain pada beberapa bagian dari media pembelajaran ini yaitu (1) huruf pada halam pembuka kurang menarik (2) penataan judul di atur lagi (3) petunjuk masuk kurang menarik (4) warna unggu diganti warna lain. Oleh karena itu, berdasarkan hasil tersebut, maka  media pembelajaran tentang signal wasit bolabasket dalam bentuk animasi ini perlu direvisi kembali agar dapat digunakan dalam pembelajaran mata pelajaran untuk Kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang.
Berdasarkan tabel 4.7, data  hasil uji coba kelompok besar dapat disimpulkan bahwa 83.42% siswa menyatakan bahwa media pembelajaran tentang signal wasit bolabasket dalam bentuk animasi ini sangat jelas, desain yang secara keseluruhan menarik dan tepat apabila digunakan sebagai media pembelajaran untuk siswa-siswi Kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang.
Produk Pengembangan Animasi  Sinyal Perwasitan Bolabasket Dalam Pembelajaran  Pada Pendidikan Jasmani, Olahraga, Dan Kesehatan Untuk Kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang. Ini disajikan dalam bentuk .exe. Kelebihan dari produk animasi tentang signal wasit ini adalah (1) Materi dikemas dalam media elektronik yang menarik seperti adanya beberapa perpaduan warna dan konten-konten lain sehingga memiliki nilai hiburan. (2) Selain itu mengunakan gambar animasi, animasi sendiri adalah gambar yang bergerak sehingga memudahkan para siswa untuk belajar setiap gerakan  ini karena sesuai dengan wasit saat memberikan sinyal. (3) Adanya penjelasan materi sehingga menambah memudahkan untuk dipelajari. (4) Terdapat lagu didalam produk ini dengan maksut untuk menambah hiburan dalam proses belajar. (5) Isi materi signal wasit bolabasket dalam produk ini bersumber pada peraturan resmi bola basket yang dikeluarkan oleh FIBA, sehingga materi signal wasit dalam produk ini sesuai dengan standar dunia. (6) Media ini juga mudah untuk dibawa kemana-mana karena dalam bentuk file sehingga tidak memerlukan tempat dan biaya untuk memeilikinya. (7) Media dalam bentuk animasi tentang signal-signal wasit bolabasket ini berperan sebagai pelengkap, penguat, dan pengingat (reminder). (8) Adanya penjelasan berupa suara dan lagu menambah daya tarik media dalam bentuk animasi ini.
Hasil berupa pengembangan animasi  sinyal perwasitan bolabasket dalam pembelajaran  pada pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan untuk kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang. Hasil pengembangannya yaitu: (1) Media dalam bentuk animasi ini merupakan media pembelajaran yang dituangkan dalam bentuk softfile .exe yang bisa terbaca oleh adobeflash yang terdapat pada beberapa media elektronik seperti laptop, komputer dan lainnya.(2) Media dalam bentuk animasi ini berisi istilah-istilah perwasitan bolabasket, penjelasan singkat dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, disertai gambar animasipada setiap signal wasit sehingga diharapkan membantu siswa dalam pemahaman materi pada saat mempelajarinya. (3) Gambar yang terdapat pada produk ini adalah gambar
Bergerak atau animasi yang saat ini sangat digemari oleh kalangan anak-anak, remaja samapi orang dewasa. (4) Selain itu media ini memiliki perpaduan warna yg terdapat pada gamabar dan konten menu lainya (5) Adanya penjelasan berupa suara dan lagu menambah daya tarik media dalam bentuk animasi ini.
Proses pengembangan animasi  sinyal perwasitan bolabasket dalam pembelajaran  pada pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan untuk kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang terdapat beberapa hal yang perlu direvisi. Revisi dilakukan berdasarkan saran dari ahli media pembelajaran, ahli pembelajaran bolabasket, ahli perwasitan bolabasket, uji kelompok kecil, dan uji kelompok besar.
Berdasarkan data yang diperoleh dari evaluasi ahli terdapat beberapa revisi terhadap rancangan produk yang akan dikembangkan antara lain: .(1) Gambar animasi perlu ditambahkan suara yang menjelaskan tentang gerakan. (2) Gambar pada tampilan materi disesuaikan dengan sinyal wasit. (3) main menu diganti dengan menu utama. (4) Materi diganti dengan signal wasit. (4) Tulisan bahasa inggris harus dicetak miring (5) Cover depan diganti lebih menarik. (6) Gerak tangan pada one point kurang jelas (7) Kesempurnaan bentuk tangan kurang sempurna. (8) Rujukan dan baju pada animasi harus sesuai. (9) Gerakan animasi one point diperjelas (10) Baju disesuaikan baju NBA (11) Gerakan animasi yang lain harus diperhalus agar lebih jelas. Setelah itu, hasil revisi tersebut diujicobakan pada kelompok kecil, diperoleh hasil pada bagian: (1) Pita pada cover (2) Judul ditata lagi atau dirapikan (3) Penataan font pada cover diperbaiki (3) Tombol masuk dibuat lebih menarik (4) Warna ungu pada setiap font diganti (5) Background transparan pada pilihan menu dibedakan warnanya.
Kelemahan dari produk ini adalah  media pembelajaran dalam bentuk animasi tentang signal wasit bolabasket ini hanya sampai tersusun sebuah produk, belum sampai tingkat efektifitas produk yang dikembangkan, produk ini hanya berperan sebagai pelengkap, penguat, dan pengingat (reminder) dan masih memerlukan evaluasi dan uji coba pada subjek yang lebih besar atau lebih luas.

Saran-Saran
Bagian ini peneliti mengemukakan beberapa saran yang berhubungan dengan media pembelajaran dalam bentuk animasi tentang signal wasit bolabasket yang dikembangkan. Adapun saran-saran yang dikemukakan meliputi saran pemanfaatan, saran desiminasi, dan saran pengembangan lebih lanjut.
1.      Saran Pemanfaatan
Pengembangan media pembelajaran dalam bentuk animasi tentang signal-signal wasit bolabasket untuk siswa-siswi SMA Brawijaya Smart School Malang  ini dapat membantu siswa lebih semangat dan antuasis dalam mempelajari teknik perwasitan bolabasket dalam kegiatan pembelajaran dan pelajaran, selain itu produk ini dapat dikembangkan lebih baik lagi untuk kepentingan pembelajaran sinyal perwasitan bolabasket sehingga media ini bisa menjadi sumber reverensi lain yang lebih efektif dan efisien. 
2.      Saran Diseminasi
              Dalam penyebarluasan produk pengembangan ke sasaran yang lebih luas, peneliti memberikan saran yaitu disosialisasikan kepada pihak-pihak terkait, misalnya kepada setiap sekolah, guru olahraga, wasit junior dan pihak yang bersangkutan dalam bidang perwasitan bolabasket ataupun organisasi yang menaunginya sehingga produk ini memperoleh pengakuan sebagai media pembelajaran dalam bentuk animasi tentang signal wasit bolabasket yang layak untuk disebarluaskan, tetapi sebelum disebarluaskan sebaiknya produk ini disusun dan direvisi kembali menjadi lebih baik.


3.      Saran Pengembangan Lebih Lanjut
mengembangkan penelitian ini kearah lebih lanjut, peneliti mempunyai beberapa saran, sebagai berikut.
a.      Membantu siswa-siswi kelas XII dalam proses belajar sinyal perwasitan bola basket sehingga membantu tercapainya proses belajar dan mengajar.
b.      Selain itu media ini juga bisa diberikan kepada beberapa pihak yang membutuhkan reverensi dalam sinyal perwasitan baik itu pihak sekolah atau pihak manapun dan kalangan apapun yang membutuhkan.
c.      Sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui tingkat efektivitas produk yang dikembangkan ini, karena hasil pengembangan ini masih terbatas sampai tersusunnya sebuah produk saja.
Demikian saran-saran terhadap pemanfaatan, diseminasi, maupun pengembangan produk lebih lanjut terhadap pengembangan animasi  sinyal perwasitan bolabasket dalam pembelajaran  pada pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan untuk kelas XII SMA Brawijaya Smart School Malang.




DAFTAR RUJUKAN

Borg, W.R. & Gall, M.D. 2005.Educational Research An Introduction. Fourth Edition. New York: Longman.
Dwiyogo, Wasis D. 2008. Aplikasi Teknologi Pembelajaran: Pengembangan Media Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Malang: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.
Dina Charisma Ganda Pratiwi. 2012. Pengembangan Media Pembelajaran Buku Saku tentang Signal-Signal Wasit Bolabasket untuk Peserta Matakuliah Teori dan Praktik Bola Basket II Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan di Universitas Negeri Malang.
Imam Arif Efendi 2014 Pengembangan Media Pembelajaran Signal-Signal Wasit Bolabasket Berbasis Mobile Learning Untuk Peserta Matakuliah Teori Dan Praktik Bolabasket Ii Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan Universitas Negeri Malang
Universitas negeri malang. 2011. Pedoman Pendidikan UM. Malang: Universitas Negeri Malang